Jumat, 22 Agustus 2008

Buku "30 Konsep Penting Pembangunan Pedesaan dan Pertanian"

Advokasi

Pada mulanya, istilah “advokasi” merupakan salah satu aktifitas khas dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Non Government Organization (NGO). Pada perkembangannya kemudian, advokasi juga dilakukan oleh kalangan lain di luar LSM, misalnya perguruan tinggi dan kesatuan-kesatuan masyarakat lokal.

Advokasi adalah “…..a strategy that is used around the world by non-governmental organizations (NGOs), activists, and even policy makers themselves, to influence policies”. Pada prinsipnya, advokasi adalah suatu proses yang bersifat strategis dan mengarahkan berbagai kegiatan yang dirancang dengan cermat kepada berbagai kelompok kepentingan (stakeholders) dan pembuat kebijakan. Perjuangan advokasi diarahkan untuk mempengaruhi keputusan-keputusan kebijakan baik berupa undang-undang, peraturan, program, ataupun sistem anggaran yang merupakan wewenang di tingkat tertinggi berbagai institusi pemerintah, publik, maupun swasta. Pemerintah merupakan institusi yang paling sering dituju dalam suatu advokasi, karena ia merupakan lembaga tertinggi dan sekaligus memiliki kekuasaan terkuat secara ekonomi dan politik.

Makna paling pokok dari advokasi adalah “pembelaan”. Jika kita telusuri melalui kamus, akan ditemukan bahwa “advocacy” adalah sebuah kata benda yang identik dengan ......... dan seterusnya

Agraria

Agraria merupakan salah satu konsep yang penting dalam pembangunan pertanian dan pedesaan. Namu demikian, konsep ini masih diliputi oleh berbagai ketidaksepahaman di antara para ahlinya. Ketidaksepahaman tersebut sedikit banyak menyumbang pula kepada terhambatnya implementasi konsep tersebut.

Secara etimologi, agraria berasal dari bahasa Latin “ager” yang berarti (a) lapangan (b) pedusunan, sebagai lawan dari perkotaan, dan (c) wilayah; tanah negara. Kata lain yang dekat adalah “agger”, yang artinya adalah (a) tanggul penahan/pelindung, (b) pematang, (c) tanggul sungai, (d) jalan tambak, (e) reruntuhan tanah, dan (f) bukit. Dari pengertian ini, tampak bahwa yang dicakup oleh istilah agraria bukanlah sekedar “tanah” atau “pertanian” saja. Kata-kata “pedusunan”, “bukit” dan “wilayah’ jelas menunjukkan arti yang lebih luas, karena di dalamnya tercakup segala sesuatu yang terwadahi olehnya. Di “pedusunan” terdapat berbagai macam tumbuhan, air, sungai, mungkin juga tambang, perumahan, dan masyarakat manusia .

Pengertian ini sesungguhnya sudah berupaya diadopsi dalam produk-produk hukum di Indonesia, walaupun sebagian besar orang beranggapan bahwa agraria hanya berkaitan dengan masalah “tanah”. Dalam Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) No. 5 tahun 1960 pasal 1 ayat 2, ........... dan seterusnya

Agribisnis

Makna secara harfiah “agribisnis” adalah ketika bertani sudah dipandang sebagai sebuah kegiatan bisnis, tidak lagi hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri. Lawannya adalah bertani sebagai subsisten. Dalam filosofi agribisnis, usaha pertanian perlu dijalankan sebagai mana layaknya sebuah aktifitas bisnis. Dua kata kuncinya adalah: untung dan efisien. Cara berpikir bisnis menjadi mutlak, ketika berbagai aktifitas yang esensial yang berkaitan dengan pertanian sudah dilakukan secara terpisah dan jauh dari sawah dan ladang (farm). Artinya, jika tidak mau menggunakan prinsip-prinsip bisnis, maka usaha pertanian apapun akan bangkrut.

Pengertian yang paling ringkas tentang “agribisnis” adalah “agriculture regarded as a bussiness”. Agribisnis mencakup seluruh aktifitas mencakup produksi, penyimpanan (storage), distribnusi, dan processing bahan dasar dari usahatani; serta suplai input dan penyediaan pelayanan penyuluhan, penelitian, dan kebijakan lain. Agribisnis telah menjadi bagian dari bentuk ekonomi modern, ketika aktifitas pertanian tidak lagi semata-mata hanya usahatani (farming). Banyak aktifitas terpisah dari usahatani yang menjadi faktor penentu pengembangan sebuah kegiatan pertanian. Pertanian membutuhkan pupuk yang diproduksi oleh pihak lain di tempat lain, demikian juga dengan produksi benih, kegitaan prosesing, pergudangan, dan distribusi. Adopsi teknologi dan perkembangan tatanan masyarakat, telah menyebabkan usahatani menjadi semakin terspesialisasi dan businesslike. Agribisnis mencakup bisnis banyak bidang, mulai dari usahatani, penyediaan benih, kimia (agrichemicals), mesin pertanian, perdagangan, processing, marketing, and perdagangan seceran (retail sales).

Sebagai sebuah aktifitas bisnis, maka skala menjadi penting. Karena itu kita mengenal pula salah satu definisi yang menyatakan agribisnis adalah “Farming .......... dan seterusnya

Analisa SWOT

SWOT merupakan kependekan dari empat faktor yang menjadi objek perhatian, yaitu dua faktor internal dan dua faktor eksternal. Faktor-faktor internal adalah strength (kekuatan) dan weakness (kelemahan), sedangkan dua faktor eksternal adalah opportunity (kesempatan) dan threat (ancaman). Strength dan opportunity merupakan faktor-faktor positif, sedangkan weakness dan threat adalah faktor-faktor negatif. Keempatnya digunakan untuk mengkaji suatu sistem sosial, misalnya suatu organisasi atau suatu program.

Analisa SWOT berguna ntuk mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi program ke depan. Alat yang biasa dipakai adalah matriks SWOT, yang menggambarkan bagaimana menggabungkan antara faktor internal dan eksternal, sehingga menghasilkan empat bentuk strategi sebagai berikut: ..... dan seterusnya

Capacity-Building

Istilah “capacity-building” sampai saat ini masih digunakan dalam bentuk aslinya, sedangkan terjemahannya berupa “peningkatan kapasitas” misalnya belum populer dipakai. Pada pokoknya, capacity-building adalah satu strategi yang dapat dipraktekkan dalam pembangunan.

Sebagaiman konsep pembangunan, capacity-building fokus kepada permasalahan hubungan-hubungan sosial dan politik. Karena itu, ia tidak dapat dipandang sebagai terisolasi dari lingkungan sosial, ekonomi, dan politik. Dari sisi level, maka ia akan mencakup pemerintah, pasar, sektor swasta, NGO, serta komunitas, rumah tangga, dan individual.

Dalam konteks capacity-building sebagai sebuah pendekatan dalam pembangunan, akan melibatkan identifikasi berbagai kendala dalam pembangunan. Pembangunan pada pokoknya adalah bagaimana agar dicapai perubahan positif dalam hidup, kemajuan personal bersama-sama dengan public action, dan bagaimana proses dan hasil terhaap kemiskinan, oppression, diskriminasi, dan merealisasikan potensi manusia melalui keadilan sosial dan ekonomi.

Jadi, capacity-building adalah sebuha bentuk respon menuju proses yang multi dimensi, tak semata-mata intevensi teknik. ..... dan seterusnya

Civil Society

Istilah “civil society” di Indonesia diterjemahkan menjadi beberapa kata dengan sedikit perbedaan antar kata tersebut, yaitu “masyarakat sipil”, masyarakat warga”, “masyarakat kewargaan” atau “masyarakat madani”. Konsep in mendapat banyak perhatian, dan tampak sedang pada tahap berkembang. Tiap orang menambahi lagi dengan indikatro-indikator baru, sehingga kadangkala ada ketidaksamaan di antara mereka.

Terjadi perubahan yang sangat ekstrim terhadap makna konsep civil society ini. Konsep yang belaku sekarang berbeda dengan konsep murninya (genuine). CS awalnya oleh Cicero, seorang filsuf Yunani, yang menyampaikan dalam konteks filsafat politik dengan istilah “societies civilis”. Saat itu, CS identik dengan negara.
Pada awalnya, abad 18, yang disebut dengan civil society adalah negara. Jadi, awalnya CS berbentuk sekularisme, yaitu penentangan ilmuwan terhadap kekuasaan gereja yang absolut di abad pertengahan. Namun akhir abad 18, CS merupakan komponen penting yang keberadaannya seajar dengan negara, seiring dengan Hegelian yang membagi dunia sosial atas 3 komponen, yaitu: keluarga, civil society, dan negara. Dalam konsep Hegel tersebut, CS memiliki ketergantungan kepada negara. Namun kini, menjadi “kemandirian aktifitas warga masyarakat berhdapan dengan negara. Dengan terwujudnya nilai-nilai keadilan, persamaan, pluralisme, dan kebebasan.

Konsep CS modern juga berasal dari Barat, meskipun ada kesamaan konsep antara ide demokrasi, SC Modern, dengan Filosof Politik Al-Farabi (Buku Al-Siydsah al-Madaniyyah) Di Masyarakat Islam, masyarakat Madani ada sejak abad ke –13 dengan terbentuknya masyarakat Islam dan adanya lembaga keulamaan. DI Indonesia adalah dengan berdirinya Syarekat Isalam dan Muhamadiyah tahun 1912. DI kalangan Islam, masyarakat madani punya empat definisi yang selalu tepat, yaitu: identik dengan masyarakat Madinah semasa nabi, sama dengan peran nabi sebagai kepala negara, identik dengan kelas menengah muslim kota, dan masyarakat yang beradab.

Istilah "madani" berasal dari Madaniyyah yang bermakna “peradaban”, sementara civil dari civility yang juga “peradaban”. Kata civilis atau civis dalam bahasa Yunani sama dengan kewargaan. Namun Madani dalam bahasa Arab adalah kata sifat dari Madinah sebagai kota secara umum, atau peradaban.

Dengan alasan itu, maka ada yang mengelompokkan pandangan terhadap CS atas kaum tradisionalis dan modernis. Kaum tradisionalis mendefinikan CS sebagai masyarakat sipil, yaitu CS yang berasal dari budaya Barat, sebagai counter balancing terhadap negara, sebagai alat kontrol negara, oppsote terhadap negara. Arena negara ...... dan seterusnya, hubungi syahyuti@yahoo.com)

Community-Based Management

Konsep Community-Based Management (CBM) memberi tekanan kepada “komunitas”. Artinya, komunitas-lah sebagai pelaku utama dalam pendekatan ini. Semua yang datang dari luar hanyalah pendukung, hanya untuk membantu. Satu konsep yang dekat dengan CBM adalah adalah Community-Based Resource Management (CBRM). Disini komunitas didukung melalui penelitian, pengembangan kebijakan, pendidikan dan capacity building, serta mengembangkan networks and linkages. Pendekatan ini dapat dilakukan pada komunitas manapun, baik di perikanan dan sumber daya kelautan, kehutanan, dan lain-lain.

CBRM adalah suatu pendekatan pembangunan yang menekankan kepada kesalinghubungan antara manusia dengan segala hal di lingkungannya . CBRM dimulai dengan pengembangan komunitas (building communities), yang terdiri atas individu-individu yang paham tentang ekosistemnya, mengerti tentang tempatnya di dalam ekosistem, dan ingin bekerja dengan orang lain secara inklusif and hormat untuk memperbaiki dan menjaga kesehatan lingkungannya, mencoba untuk menyediakan kehidupan yang sustain untuk generasi sekarang dan mendatang, serta memiliki komitmen dengan keadilan sosial (social justice). CBRM mengintegrasikan ilmu ekonomi, sosial, dan lingkungan dan melihat kepada berbagai institusi sosial yang ada. ....... dan seterusnya

Community Development

Dalam definisi formal menurut PBB, commmunity development adalah “… a process whereby the efforts of Government are united with those of the people to improve the social, cultural, and economic conditions in communities”. CD adalah sebuah proses usaha-usaha bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kondisi sosial, kultural, dan ekonomi masyarakat.

Sepintas terlihat, bahwa ini merupakan pendekatan “yang biasa” saja. Seolah, banyak bentuk kegiatan ke pedesaan selama ini sudah dapat dikatakan sebagai aktifitas community development. Namun, satu kata kunci yang menjadi titik perhatian disini adalah “komunitas”, atau lebih tepatnya “bekerja dengan komunitas”. Jadi, untuk mengidentifikasinya kita harus menjawab: apakah selama ini kegiatan kita di desa memang telah bekerja bersama komunitas atau belum? Partisipasi tentu saja menjadi indikator yang mutlak. Jenis partisipasi apa yang telah dibangun dalam aktifitas kita tadi?

Secara umum, community development adalah suatu konsep yang luas, yang ....... dan seterusnya

Demokrasi

Pada dasarnya “demokrasi” adalah konsep politik, namun kemudian menjadi prinsip dalam berbagai aktifitas, sehingga kita mengenal misalnya istilah “demokrasi eknomi” dan “pembangunan yang demokratis”. Inti dari konsep “demokrasi” adalah “kebebasan bersuara dan berserikat”. Prinsip “democration liberties” adalah kebebasan berekspresi, bersyarikat, dan menjalankan agama. Namun dalam pengertian filosofis, demokrasi melekat erat (inherent) pada pengertian persamaan, kebebasan untuk mendapatkan manfaat, dan hak-hak azasi manusia. Kebebasan dan persamaan merupakan makna pokok dari apa yang disebut dengan “demokrasi modern”.

Pada prinsipnya, demokrasi adalah “Government by the people”. Yaitu suatu pemerintahan yang kekuatan utamanya adalah pada warganya, yang memerintah secara langsung maupun tidak langusng melalui sistem perwakilan, yang dipilih melalui pemilihan umum secara periodik. Demokrasi yang asli berasal dari Yunani yang memiliki pemerintahan dimana warga ikut secara langsung dalam aktifitas negara.

Dari sisi politik, demokrasi adalah “A system of government in which power is ........... dan seterusnya

Ekonomi kerakyatan

Ada tiga istilah yang satu sama lain berdekatan, namun juga saling dipertukarkan dan diperdebatkan. Ketiganya itu adalah “ekonomi rakyat”, “ekonomi kerakyatan”, dan “Ekonomi Pancasila”. Semuanya berasal dari ilmuwan Indonesia, sebagai upaya mencari bentuk konsep ekonomi alternatif yang dirasa lebih sesuai di Indonesia, dan sebagai bentuk kritik terhadap teori-teori ekonomi dari Barat. Ekonomi Neoklasik dari Barat memang cocok untuk menumbuhkembangkan perekonomian nasional, tetapi tidak cocok atau tidak memadai untuk mencapai pemerataan dan mewujudkan keadilan sosial. Ilmuwan ekonomi hanya memahami manusia sebagai ”homo ekonomikus”, bukan sebagai ”homo moralis” atau ”homo socius”. Itulah, karena ilmu ekonomi kita ajarkan sebagai ilmu yang super spesialistik, yang matematik, sehingga sifatnya sebagai ilmu sosial menjadi hilang. Meskipun judul bab ini adalah “ekonomi kerakyatan”, namun ketiganya dibahas dalam bab ini.

Banyak kritik yang dialamatkan terhadap ilmu ekonomi. Kritik terhadap ekonomi ortodoks yang paling keras misalnya datang dari Paul Ormerod , yang menyatakan “tidak ada sebuah model ekonomi yang bisa dipakai dimana saja”. Para forecaster telah beralih ke pendekatan judgmental adjustmenst (perkiraan pribadi), dari model-model ekonomi makro lama. “Ekonomi pelu menggunakan analisis ex-post, yaitu mempelajari setelah sebuah persitiwa tejadi. Yaitu seperti paleontologi (ilmu tentang fosil), astronomi dan klimatologi; yang teorinya dibangun dari data-data yang dikumpulkan secara nyata bertahun-tahun. Secara induktif. Sejarah ekonomi Indonesia memiliki keunikan.

Istilah “ekonomi rakyat” pertama dirintis oleh Bung Hatta, yaitu sebagai ......... dan seterusnya

Gender

Dalam setiap masyarakat, pria dan wanita berhubungan melalui cara spesifik dengan pola budayanya yang khas. Analisa gender bermula dari kenyataan, bahwa bagian terbesar dari yang dianggap sebagai “peran alamiah” tidak ditetapkan secara biologis, namun dari konstruksi sosial yang tumbuh, diakui, dan sekaligus dipelihara oleh masyarakat tersebut. Apa yang dilakukan sehari-hari atau menjadi kewajiban wanita di satu masyarakat, bahkan satu rumah tangga, tidak persis sama dengan di rumah tangga lain. Yang sama hanya hamil dan melahirkan. Selain itu, variasinya bisa bermacam-macam.

Secara definitif, gender adalah: “culturally and socially constructed roles, responsibilities privileges, relations, and expectations of women, men, girls, and boys”.

Di Indonesia, pilihan sebutan “wanita” atau “perempuan” merupakan suatu yang serius. Dengan berbagai pertimbangan, maka yang disetujui dipakai adalah sebutan “perempuan”. Sebutan “pria dan wanita” cenderung menunjuk kepada jenis kelamin, namun “laki-laki dan perempuan” untuk membicarakan gender. Demikian pula dalam literatur berbahasa Inggris: “male dan female” untuk menyebut perbedaan secara biologis, sedangkan “man dan woman” untuk perbedaan secara sosial.

Kata “gender” biasa diindonesiakan menjadi “jender”. Ilmu tentang ini telah berkembang jauh, sehingga memunculkan berbagai istilah yang baku yang ........ dan seterusnya

Globalisasi

Secara umum, “globalisasi” (globalization) adalah suatu proses yang menuju kepada menyatunya dunia menjadi satu komunitas. Titik perhatiannya adalah pada perubahan masyarakat dan ekonomi, yang dihasilkan oleh peningkatan perdagangan dan pertukaran kultural. Gobalisasi dapat disebut terbentuknya sebuah kapung global (a global village), dimana terjadinya interaksi yang semakin mudah dan dekat dari berbagai bagian kehidupan. Sehingga terjadi peningkatan pertukaran personal (personal exchange), serta pemahaman dan kemitraan antara warga dunia ("world citizens"),sehingga mewujudkan sebuah peradban global (a global civilization) . Globalisasi berdampak kepada terkikisnya konsep negara bangsa (nation-state) dan batas-batas negara.

Globalisasi merupakan proses yang memiliki empat dimensi, yaitu globalisasi ekonomi, pembentukan opini dunia, demokratisasi, dan globalisasi politik. Elemen globalisasi mencakup hilir mudiknya kapital, tenaga kerja, manajemen, berita, images, dan data. Mesin globalisasi adalah perusahaan-perusahaan transnasional (transnational corporations), perusahaan media transnasional (TMCs), organisasi intergovernmental, dan LSM internasional. ........ dan seterusnya

Kapitalisme

Makna yang paling mendasar dari “kapitalisme” adalah suatu aktifitas ekonomi dimana barang yang diproduksi bukan untuk dipakai sendiri, namun untuk dijual atau dipasarkan. Kapitalisme adalah sistem sosial yang didasarkan atas prinsip kepemilikan individu (individual rights), dalam konsep politik dan tentu saja ekonomi. Istilah ini lahir untuk menandai peralihan dari usaha berpola subsisten, menjadi usaha berpola bisnis.

Dari peralihan yang kelihatannya sederhana tersebut kemudian membawa perubahan yang signifikan tidak hanya dalam aktifitas usaha, namun bahkan dalam pola hidup, tatanan masyarakat, dan bahkan manajemen pemerintahan suautu negara. Penerimaan nilai kapitalisme tersebut berarti menerima pula akumulasi kapital, penumpukan keuntungan, dan lain-lain.

Dalam pengertian umum, “kapitalisme” adalah “An economic system in which the means of production and distribution are privately or corporately owned and development is proportionate to the accumulation and reinvestment of profits gained in a free market”. Dalam konteks ekonomi dan politik, kepitalisme dicirikan oleh pasar bebas (free market) unutk barang dan jasa, yang juga melakukan kontrol terhadap produksi dan konsumsi.

Dalam makna ekonomi, sistem ekonomi didasarkan atas kepemilikan individual atas alat-alat produksi, dan keuntungan personal diperoleh melalui investasi kapital dan memperkerjakan tenaga kerja. Kapitalisme lahir di atas konsep free enterprise, yang membatasi pemerintah di ekonomi, dan pasar bebas diyakini akan memberi kesejahteraan maksimum pada konsumen. Prinsip ini didasarkan atas pemikiran Adam Smith's, khususnya pada pemikirannya dalam “The Wealth of Nations” tahun 1776, sebagai kritik terhadap teori merkantilisme sebeluknya.

Teori tentang kapitalisme dikembangkan di sepanjang abad ke 18, 19 dan 20. Ia relevan ketika kita membicarakan revolusi industri, imprealisme Eropa, The Great Depression, maupun Perang Dingin. Ia diyakini bertanggung jawab terhadap lahirnya seluruh fenomena tersebut. ..... dan seterusnya (jika anda tertarik dengan tulisan ini hubungi syahyuti@yahoo.com)

Kebudayaan

Dalam makna yang paling dasar, culture (yang diindonesiakan menjadi kultur, kebudayaan, atau budaya) merupakan segala sesuatu yang ada di alam ini yang bukan disediakan oleh alam (nature). Jadi, ringkasnya, dunia ini hanya terbagi atas dua hal saja: culture dan nature. Pengertian seperti ini tampak jelas pada kalangan antropologi, dimana “kebudayaan” adalah segala sesuatu hasil karya dan cipta manusia yang merupakan hasil kreasi manusia untuk kehidupannya.

Dalam pengertian yang paling umum, kebudayaan adalah hasil upaya yang terus-menerus dari manusia di dalam iakatan masyarakat dalam menciptaka prasarana dan sarana yang diperlukan untuk menjawab tantangan kehidupannya. Selain yang sudah dilakukan dan diciptakan, juga apa yang masih dicita-citakan, termasuk norma, pandangan hidup, dan sistem nilai.

Namun demikian, cukup banyak pula ahli yang tidak sepakat dengan makna “kebudayaan”. Menurut Alisyahbana (1985: 141), tak ada pengertian yang lebih kacau, atau sekurang-kurangnya kabur dan mengelirukan daripada pengertian kebudayaan.
Kebudayaan adalah pandangan yang menyeluruh menyangkut pandangan hidup, ......... dan seterusnya

Kelembagaan

“Kelembagaan” merupakan satu konsep yang tergolong membingungkan dan dapat dikatakan belum memperoleh pengertian yang mantap dalam perkembangan ilmu sosiologi sampai sekarang. Dalam banyak literatur teoritis, baik berbahasa Inggris maupun Indonesia, istilah “kelembagaan” (social institution) selalu disilangkan dengan “organisasi” (social organization).

Kebanyakan tulisan hanya membandingkan dan membedakan mana yang disebut dengan organisasi dan mana yang kelembagaan. Penulis belum menemukan tulisan yang mengupas bagian dalam dari kedua bentuk tersebut. Menghadapi ketidaksepakatan tersebut, penulis mengajukan satu konsep, yang mudah dan lebih operasional. Adalah tidak produktif jika hanya sekedar membedakan bahwa subak adalah kelembagaan, kelompok tani adalah organisasi. Baik subak maupun kelompok tani sama-sama memiliki aspek kelembagaan dan juga aspek keorganisasian. .......... dan seterusnya

Kemiskinan

Pada hakekatnya, kemiskinan merupakan persoalan klasik yang telah ada sejak dulu, dan mungkin akan terus menjadi persoalan sampai nanti. Belum ada rumusan maupun formula penanganan kemiskinan yang dianggap paling jitu dan sempurna. Namun pemahaman konsep ini penting, sebagai upaya untuk merumuskan lagi konsep, indikator, serta strategi pengentasannya di masa depan.

Secara umum, “miskin” adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok, dan tak mampu memanfaatkan tenaga, mental, dan fikirannya dalama kelompok tersebut. Membicarakan konsep sangat penting, karena konsep menentukan batasan kemiskinan, lalu memilih metoda untuk mengukurnya, dan lebih jauh kepada paket-paket kebijakan dan program apa yang akan dihasilkan dan diimplementasikan.

Menurut Copenhagen Declaration, kemiskinan absolut adalah: "a condition characterised by severe deprivation of basic human needs, including food, safe drinking water, sanitation facilities, health, shelter, education and information."
Menurut Mahatma Gandhi, “kemiskinan adalah kekerasan dalam bentuk yang paling buruk”. Beda dengan itu, Amartya Sen, ......... dan seterusnya

Kemitraan

“Mitra” yang dimaksud disini lebih pada istilah dalam konteks ekonomi, yang pada pokoknya sama dengan “teman” atau “kawan” dalam bahasa sehari-hari. Padanan bahasa Inggrisnya adalah “friendship” dan “partnership” .

Esensi kemitraan dalam ekonomi terletak pada kontribusi bersama, baik berupa tenaga (labor) maupun benda (property), atau keduanya untuk tujuan-tujuan ekonomi . Pengendalian kegiatan juga dilakukan bersama, dimana pembagian keuntungan dan kerugian didistribusikan di antara pihak yang bermitra. Artinya, sumberdaya dan kompetensi masing-masing digabungkan untuk mencapai sinergi, menuju peningkatan volume maupun kualitas produk atau jasa yang dihasilkan.

Dalam khasanah ilmu sosiologi dan psikologi, teori tentang “friendship” sesungguhnya telah lama menjadi perhatian. Beberapa faktor yang akan meningkatkan friendship misalnya adalah hipotesis empati-altruisisme (Empathy-Altruism Hypothesis). Jika kita merasa empati kepada orang lain, maka kita akan cenderung membantu. Contoh lain, dalam Teori Propinquity Effect dinyatakan bahwa pertemuan dan interaksi akan meningkatkan kesempatan untuk melakukan kemitraan.


Satu prasyarat penting berjalannnya kemitraan adalah harus adanya keakraban (familiarity). ....... dan seterusnya

Kepemimpinan

Kepemimpinan dibedakan secara dikotomis dengan sistem, atau adakalanya dengan manajemen. Kepemimpinan yang baik merupakan suatu yang penting meskipun sistem atau manajemen dalam satu organisasi tidak baik. Manejemen merupakan pedoman yang memuat sekumpulan perbuatan yang harus dilakukan dalam situasi tertentu. Memimpin adalah bagaimana menggunakan sumber daya dan lingkungan sendiri untuk mencapai tujuan.

Pada hakekatnya, seseorang dapat disebut “pemimpin” jika ia dapat mempengaruhi orang lain dalam mencapai suatu tujuan tertentu, meskipun tidak dalam ikatan formal dalam sebuah organisasi. Syarat terjadinya peristiwa kepemimpinan adalah: (1) ada ornag yang mempengaruhi, (2) ada orang atau sekelompok orang yang terpengaruh atau bisa dipengaruhi, dan (3) ada aktifitas pergerakan orang yang terpengaruh oleh orang yang mampu mempengaruhi menurut kehendaknya.

Pemimpin dalam organisasi fokus kepada “... creation and refinement of a vision, strategic planning, and creative thinking. They see opportunities instead of impediments, seek out alliances instead of fighting rivals, and are able to see haow different aspects of a situation fit together and influence each other to form the whole” .

Seorang pemimpin jelas berbeda dengan seorang manajer. Manajer lebih ........ (mau tahu seterusnya, beli aja BUKUnya)

Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan merupakan satu contoh konsep yang berkembang dari sederhana menjadi lebih tegas. Sebagian orang menyebutnya sebagai konsep yang fleksibel sebagaimana tampak dari berbagai usaha yang telah dilakukan untuk mendefinisikannya dalam penelitian maupun dalam kebijakan. Tidak kurang sekitar 200 definisi telah dihasilkan dalam publikasi ilmiah tentang ini.

Pada dasarnya, ketahanan pangan (food security) adalah tersedianya pangan dalam jumlah dan kualitas yang cukup, terdistribusi dengan harga terjangkau, serta aman dikonsumsi. Jadi kuncinya adalah: ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pengadaannya. Food security is a term used in development and humanitarian aid. It does not have one agreed definition; but is often used broadly to mean a situation in which people have continuity of food supply, or the methods by which this aim is achieved. Around 828 million men, women and children are chronically hungry while 2 billion people lack food security because of poverty (source: FAO, 1998). ........ dan seterusnya

Kewirausahaan

Kewirausahaan berasal dari istilah Bahasa Inggris “entrepreneurship”. Sebagian orang menerjemahkan menjadi “kewiraswastaan”. Sedangkan untuk “entrepreneur” diindonesiakan menjadi “pengusaha” atau “usahawan”. Secara umum, kewirausahaan adalah kemampuan untuk melihat dan menilai kesempatan-kesempatan (peluang) bisnis, kemampuan mengoptimalisasikan sumberdaya yang dikuasai, serta mengambil tindakan dan bermotivasi tinggi dalam mengambil resiko untuk mencapai tujuan bisnisnya.

Definisi tentang “entrepreneurship” menjadi debat pada kalangan ahli. Karena itu, kita akan menemukan tekanan yang berbeda-beda antar ahli terhadap konsep ini.
Konsep ini telah muncul pada awal tahun 1700-an, atau sudah lebih dari 2 abad lalu. Istilah "entrepreneurship" datang dari Bahasa Perancis "entreprendre" dan Jerman "unternehmen". Kedua kata ini dalam Bahasa Inggris bermakna “to undertake." Bygrave and Hofer pada tahun 1891 mendefinisikan “entrepreneurial process” sebagai `involving all the functions, activities, and actions associated with the perceiving of opportunities and the creation of organizations to pursue them' . Tampak, adanya dua key words yang muncul pada definisi ini, yaitu “kesempatan” dan “mengorganisasikan”.

Joseph Schumpeter yang kemudian memperkenalkan konsep modern tentang `entrepreneurship' di tahun 1934. Ia mendefinikannya menjadi: "the carrying out ............ (mau tahu lebih jauh, beli aja BUKU-nya)

Koperasi

“Koperasi” berasal dari Bahasa Latin “cooperere”, Inggris “cooperation”, yang maknanya adalah “bekerja sama”. Co = bersama, operation = bekerja, dan to operate = berusaha. Istilah “koperasi” secara legal pertama dikenal dalam UU no. 79 tahun 1958, yang merubah kata “kooperasi” menjadi “koperasi”. Pengertian koperasi secara ekonomi adalah kerjasama para anggota untuk memenuhi kebutuhan bersama.

Meskipun koperasi sudah dikenal di seluruh belahan dunia, namun bentuk dan cara operasinya berbeda-beda. Di Indonesia, gagasan koperasi tampaknya sudah ada semenjak tahun 1896, ketika seorang pamong praja, Patih R. Aria Wiriaatmaja di Purwokerto, mendirikan bank untuk membantu pada pegawai melepaskan diri meminjam uang dari lintah darat.

Dalam UU no. 12 tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perkoperasian disebutkan: “ Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial beranggotakan orang-orang atau badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan”. Batasan ini sedikit berbeda dalam UU no. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian. Pada Pasal 1 disebutkan: ”Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan”.

Menurut The International Cooperative Alliance (ICA) : “A co-operative is an
autonomous association of persons united voluntarily to meet their common economic, social,and cultural needs and aspirations through a jointly owned and democratically controlled enterprise. Dan, koperasi dimakani sebagai “embody the values of selfhelp, self-responsibility, democracy, equality, equity and solidarity. In the tradition of their founders, co-operative members believe in the ethical values of honesty, openness, social responsibility and caring for other”.

Koperasi berakar di Eropa, Jepang, dan Amerika. Pada abad ke 19, koperasi pedesaaan ............. dan seterusnya

Korupsi

Korupsi adalah fenomena yang sangat luas sehingga dapat ditemukan di berbagai belahan dunia serta dalam berbagai level. Perilaku korupsi para perencana, pengambil kebijakan, dan pelaksana pembangunan telah memberikan pengaruh yang nyata terhadap efektifitas pembangunan tersebut.

Istilah “korupsi” berasal dari Bahasa Latin, corruptio, yang berarti pembusukan, kerusakan, dan kemerosotan, penyuapan. Satu kata lagi yang agak dekat adalah “corrumpere” yang bermakna “merusak”. Secara umum, koupsi adalah gejala dimana para pejabat badan-badan negara menyalahgunakan jabatan mereka sehingga terjadi penyuapan, pemalsuan, pemotongan bantuan, penggelembungan (mark up) anggaran, dan lain-lain.

Dalam kamus, “corruption” (noun) bermakna sebagai “degrading, immoral acts or habits: bestiality, depravity, flagitiousness, immorality, perversion, turpitude, vice, villainousness, villainy, wickedness. (1). Departure from what is legally, ethically, and morally correct: corruptness, dishonesty, improbity. Informal crookedness. See honest/dishonest. (2). A term that offends against established usage standards: barbarism, solecism, vulgarism. See style/good style/bad style.
Korupsi memiliki pengertian “lack of integrity or honesty (especially susceptibility to bribery); use of a position of trust for dishonest gain”. ....... dan seterusnya

Liberalisme

Liberalisme awal berasal dari Adam Smith dalam buku “An Inquiry to the Wealth of Nations” yang terbit tahun 1776. Lalu dengan datang depresi dunia than 1930 menenggelamkan faham tersebut, dimana lalu pemerintah diterima masuk dengan program New Deal Presiden Roosevelt tahun 1935. Namun pembela kapitalisme liberal mengelak, bahwa krisis-krisis tersebut adalah bagian dari dinamika kapitalisme untuk menemukan bentuk baru, yaitu globalisasi, yang lalu menjelam menjadi neo-liberalisme.
Strategi neo liberalisme adalah penyingkiran segala rintangan investasi, pasar bebas, perlindungan hak milik intelektual, good governance, penghapusan subsidi, dan pnyingkiran pemerintah.

Liberalisme yang muncul pada abad ke 19 memiliki beberapa postulat, seperti kebebasan berpikir, berbicara, dan dunia press, dalam komitmen untuk hadirnya suatu kalangan oposisi yang konservatif. Liberalisme lalu berkembang dalam konotasi politik saat Adam Smith menulis ”the liberal plan of equality, liberty, and justice”. Namun, lebelralisme benar-benar masuk ke dunia politik, ketika tahun 1812 di Spanyol berdiri Partai Lebeal, yang kemudian lalu diadopsi pula di Perancis .

Liberalisme adalah “philosophy or movement that has as its aim the development of individual freedom”. Konsep kebebasan itu sendiri berubah-rubah, dari sebelumnya mengejar kebaikan manusia (human goodness) menuju rasionalitas manusia (human rationality). Diasumsikan, bahwa tiap manusia memiliki intelektual rasional, memiliki kemampuan untuk memahami permasalahan dan memecahkan pemasalahan mereka, dan mampu mencapai peningkatan yang sistematis dalam kondisi mereka. Lawan liberalisme adalah dkotrin conservatism, yang cenderung anti perubahan.

Liberalisme klasik tidak hanya memperhatikan rasionalitas manusia, namun pentingnya hak pemilikan, natural rights, kebutuhan terhadap pembatasan peran pemerintah, dan yang lebih penting adalah terbebasnya manusia dari seluruh bentuk pengakangan-pengekenagna. Ide pokok liberalisme klasik adalah “pencerahan” (Enlightenment) dengan ciri percaya kepada ketarturan alam dan percaya bahwa hukum alam akan mengatur masyatakat. Karenanya, intervensi tidak dibutuhkan. (Para pemikir untuk liberalisme klasik adalah Adam Smith, David Ricardo, Jeremy Bentham, and John Stuart Mill). Namun perjalanan sejarah membutikan, dalam masyarakat indutri telah terjadi ketimpangan kesejahteraan dan kekuasaan. Intinya, liberlalisme diragukan kemampuannya untuk memberi kesejahteraan bagi semua orang.

Liberalisme pada abad ke 20, menghadirkan negara dalam mencapai kesejahteraan, sehingga melahirkan negara kesejahteraan (welfare state), yang dimulai oleh Inggris, Perancis, dan Amerika. Di AS, program upah minimum, pajak progresif, dan jaminan sosial dilembagakan, yang dikenal dengan The New Deal. Di abad ke 20, peran negara besar dalam menata kapitalisme dan membangun negara kejahteraan (the welfare state). .... dan seterusnya

Modernisasi

Secara maknawiah, "modernisasi" adalah menjadi modern dalam penampilan, gaya, dan karakter. Intinya mengadopsi perilaku, ide, dan gaya modern. Secara keilmuan, modernisasi adalah proses perubahan kondisi dalam masyarakat, dalam satu lembaga atau lainnya berkenaan dengan teknologi dan pengetahuan modern. Modernisasi berkaitan dengan liberalisme klasik. Konsep modernisasi datang dari pandangan masyarakat yang mengalami pola evolusi. Setiap masyarakat akan berkembang dari masyarakat barbar menjadi lebih beradab. Menjadi modern adalah lebih sejahtera, lebih kuat, dan masyarakatnya lebih bebas dan memiliki standar hidup yang lebih tinggi.

Konsep modernisasi berimpit dengan Westernisasi. Masyarakat modern membutuhkan perombakan kultur asli dan menggantinya dengan kultur Barat. Modernisasi adalah istilah yang jadi mode habis PD II. Orang lebih mengenal modernisasi daripada modern. Ini berkenaan dengan teknologi-teknologi, ke luar angkasa, nuklir dan komputer. Padahal mesin uap dan mesin pemintal yang digunakan pada abad ke 18 juga disebut “modern”. Kata “modern” juga berasosiasi dengan demokrasi masyarakat, dan persamaan hak-hak warga negara, dan hilangnya kerajaan. Bersamaan dengan tranformasi ekonomi di Inggris dan terbentuknya negara bangsa (nation-state) dalam era revolusi Perancis.

Dapat dikatakan, bahwa Modernisasi adalah tipe perubahan soisal yang berasal dari revolusi industri di Inggris (1760-1830) dan revolusi politik di Perancis (1789-1794), walaupun ide-idenya telah lahir jauh sebelumnya. Modernisasi diawali revolusi Perancis dan Revolusi Industri. Revolusi Prancis mendorong tumbuhnya masyarakat dengan prinsip-prinsi demokrasi dan masyarakat yang lebih egaliter. Sementara revolusi industri di inggris pada abad ke -18, yang pada awalnya hanya penerapan teknik produksi baru, mempengaruhi perlunya nilai dan norma baru.

Modernisasi dipahami sebagai perubahan dalam segala unsurnya. Menurut Suwarsono dan SO (1991), modernisasi merupakan bentuk masyarakat yang dicita-citakan, yang mengandung semua unsur yang disebut dengan ‘baik’ dan ‘sempurna’. Di dalamnya terdapat apa yang oleh teori evolusi disebut sebagai kemajuan, kemanusiaan, dan sivilisasi. Karena masyarakat modern ini lahir di barat, maka cenderung mengarah kepada westernisasi.

Sebagai teori, ia lahir tahun 1950-an sebagai respon kaum intelektual terhadap Perang Dunia Kedua. Modernisasi dianggap sebagai jalan paling optimis untuk perubahan dunia akibat perang. Pada dasarnya, teori-teori modernisasi adalah upaya untuk mewujudkan kesejahteraan. ..... (seterusnya, ada di BUKU)

Otonomi Daerah

Menurut UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan daerah, “Otonomi Daerah” adalah “kewenangan Daerah Otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai peraturan perundang-undangan”. Definisi ini sedikit berbeda dalam UU No. 32 Tahun 2004, dimana Otonomi Daerah adalah “hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan”. Perbedaannya adalah, pada peraturan pertama hanya berupa “kewenangan”, sedangkan pada yang kedua adalah “hak, wewenang, dan kewajiban”. Bagaimanapun, definisi ini masih bisa diperdebatkan.

Hal paling pokok dalam konteks otonomi daerah adalah tentang makna “pemerintahan”. “Pemerintah” kita ambil dari bahasa Inggris “government”, padahal makna keduanya jauh berbeda. Dalam bahasa Inggris, dan bahasa Eropa lain, lembaga yang wajib mengupayakan kesejahteraan dan pelbagai hajat hidup rakyat adalah “government”, “gouvernement”, “Gouverneur”. Asal katanya adalah “govern” yang bermakna menata, mengatur, mengurus kehidupan rakyat banyak. Sebaliknya di Indonesia, pemerintah asal katanya adalah “perintah”. Maka tak heran sikap menata dan melayani tertutup oleh sikap memerintah. Maka itu kita menjadi akrab dengan “instruksi presiden”, “instruksi menteri”, dan lain-lain.

Dalam bagian “Menimbang” pada UU No. 32 tahun 2004, disebutkan bahwa otonomi daerah diarahkan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan, pelayanan, pemberdayaan, dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan dan kekhususan suatu daerah dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia. Makna filosofis dari prinsip keotonomian. Pada tingkat terendah, otonomi mengacu pada individu sebagai perwujudan dari free will yang melekat pada diri-diri manusia sebagai salah satu anugerah paling berharga dari Sang Pencipta. ......... dan seterusnya

Participatory rural appraisal (PRA)

Participatory rural appraisal (PRA), adalah istilah yang diberikan kepada pendekatan yang metode partisipastif yang menekankan kepada pengetahuan lokal dan kemampuan masyarakat untuk membuat penilaian sendiri, analisis sendiri, dan merencanakan sendiri. PRA menggunakan sekelompok gambar dan latihan untuk memfasilitasi saling berbagai informasi (information sharing), analisis, dan aksi antar stakeholders. Meskipun awalnya untuk digunakan di pedesaan, namun juga berhasil dimanfaatkan pada berbagai kondisi.

Pada intinya, tujuan PRA adalah “.... to enable development practitioners, government officials, and local people to work together to plan contextappropriate programs”. PRA, yang lahir pada 1980-an, dikembangkan dari konsep “rapid rural appraisal” (RRA) sebagai seperangkat teknik informal yang digunakan praktisi pembangunan di pedesaan untuk mengkoleksi dan menganalisa data. RRA dikembangkan pada dekade 1970-an and 1980-an sebagai respon dari kesadaran bahwa pihak luar (outsiders) seringkali kehilangan (missing) atau salah (miscommunicating) dengan masayarakat lokal ketika melakukan kegiatan pembangunan bersama.

PRA dimulai dari kesadaran pada 1950-1960, ketika diakui bahwa peran dari bantuan finansial dan teknologi ke pedesaan yang berada di bawah program Revolusi Hijau memang mampu meningkatkan produksi. Namun, program ini secara relatif lebih dinikmati hanya oleh petani kaya, sehingga menimbulkan kesenjangan yang nyata di pedesaan. Lalu pada 1970-an, disadari pula bahwa alih teknologi tak sesuai untuk yang miskin.

Ada hubungan yang kompleks antara faktor lingkungan, ekonomi, sosial, serta budaya. Desa adalah suatu sistem yang terintegrasi. Tak mungkin merubah satu elemen tanpa mempengaruhi elemen lain. Sisi lainnya, bagaimana ekonomi yang berkembang di satu desa saling terkait dengan misalnya bagaimana penduduk memposisikan lingkungan, bagaimana motivasi hidup mereka, serta nilai-nilai apa yang mereka pegang teguh. Jadi, sistem harus dipahami sebagai satu kesatuan. Inilah yang melatarbelakangi metode PRA ......... dan seterusnya

Kamis, 21 Agustus 2008

Partisipasi

“Partisipasi” adalah proses dimana kesadaran terhadap kesalinghubungan di antara berbeda stakeholders dalam masyarakat, seperti grup sosial dan komunitas, pengambil kebijakan dan lembaga jasa. Pada akhirnya, tujuan partisipasi adalah untuk meningkatkan keteguhan diri (self-determination) dan menyesuaikan kontrol dan mempengaruhi inisiatif dan sumberdaya untuk pembangunan. Syarat terjadinya partisipasi adalah tidak ada dominasi oleh elit lokal pada pemerintahan lokal dan terjaminnya akuntabilitas.

Pengertian secara umum 'partisipasi' adalah “the act of taking part or sharing in something”. Dua kata yang dekat dengannya adalah engagement dan involvement.

Partisipasi juga banyak dibicarakan dalam dunia politik. Dalam ilmu politik, partisipasi adalah istilah payung (umbrella term) yang kemudian memiliki banyak pengertian untuk keterlibatan publik dalam keputusan politik. .......... dan seterusnya

Pembangunan

Makna hakiki tentang membangun, terjemahan dari kata “development”, adalah: “menjadikan lebih baik”, atau “general improvement in the standard of living”. Dari batasan yang tampak sederhana ini, lalu berkembang menjadi konsep yang paling banyak diperdebatkan. Sepanjang paruh kedua abad ke 20 ini, konsep “pembangunan” terus menerus dimaknai ulang, diukur, dinilai, dikritik, disempurnakan dan dibuatkan konsep tandingannya. Inilah konsep yang paling ramai dibicarakan dan diperhatikan, sehingga ada yang menyebut abad ke 20 sebagai “The Age of Development”.

“Pembangunan” telah berkembang jauh dari hanya sekedar konsep, namun telah menjadi visi, teori, dan juga proses. Pembicaraan terhadap konsep ini bertumpang tindih dengan konsep “pembangunan” yang diciptakan oleh negara maju, dipelopori Amerika, terhadap negara-negara di dunia ketiga. Konsep ilmiahnya telah bercampur dengan konsep ekonomi politik tersebut.

Konsep pembangunan, dalam makna keilmuan, pertama kali lahir dari ilmu biologi, yaitu Teori Evolusi. Karena itu, salah satu pengertian development disamakan dengan evolution, yaitu “a progression from a simple form to a more complex one”. Dari ilmu biologi yang memperhatikan sebuah organisme ini, kemudian dikembangkan untuk sebuah masyarakat. Sehingga masyarakat yang disebut mengalami proses pembangunan, adalah masyarakat yang berkembang dari kesederhanaan menjadi terdiferensiasi dan kompleks dalam segala aspeknya. Dalam dunia ilmu, ia menjadi konsep, teori, dan juga metodologi penelitian. ........ dan seterusnya

Pembangunan berdimensi kerakyatan

Pembangunan berdimensi kerakyatan (people-centered development) juga lahir sebagai antitesis pembangunan yang berorientasi produksi yang dianut dalam modernisasi dan pembangunan industrialisasi. Fokus pendekatan pembangunan berdimensi kerakyatan adalah pada teori proses belajar, dan menghargai inisiatif dari bawah. Inisitaif kreatif dari rakya merupakan sumber daya pembangunan yang utama, dan memandang kesejahteraan material dan spritiual sebagai tujuan akhir. Pembangunan difokuskan pada usaha-usaha swadaya dan pengembangan sektor tradisional, karena sektor ini menjadi sumber utama kehidupan sebagian besar orang miskin.

Pada hakekatnya, pembangunan yang berdimensi kerakyatan lebih sempurna dan manusiawi.
Menempatakan manusia pada pembangunan dan aktifitas ekonomi secara langsung akan efektif untuk mendapatkan kebutuhan manusia." Konsep pembangunan berdimensi kerakyatan berkembang secara gradual mengikuti bubarnya perang dingin. Dan saat ini telah menjadi konsep sentral pada berbagai konferensi internasional yang mengangkat isu pembangunan, seperti United Nations Conference on Environment and Development (the Earth Summit) di Rio de Janeiro tahun 1992, dan the International Conference on Population and Development (ICPD) held in Cairo in 1994.

Mengapa konsep “people-centered development" telah berkembang begitu luasnya saat ini? ........... dan seterusnya

Pembangunan Berkelanjutan

Pembangunan berkelanjutan (sustainable development) merupakan salah satu dari beberapa koreksi terhadap “Teori Pembangunan”. Apa yang dibanggakan dengan “pembangunan” ternyata hanya dirasakan 20 persen penduduk bumi. Selain itu, terjadi kerusakan yang serius pada sumberdaya alam akibat eksploitasi yang mengejar keuntungan belaka. Ide pokok lahirnya konsep “pembangunan berkelanjutan” adalah “lingkungan”.

Konsep “berkelanjutan” awalnya merupakan konsep dari kelompok ahli sosial dan ekologi, namun kemudian diambil alih oleh orang-orang ekonomi. Ini karena mereka punya dana dan jaringan mensosialisasikannya dengan cepat. Dalam konsepnya yang asli, ekonomi tidak sejalan dengan ekonomi berkelanjutan, karena mereka cenderung mengekploitasi alam secara besar-besaran. Koreksi terhadap pendekatan ini kemudian melahirkan cabang ilmu “ekonomi lingkungan”.

Dalam konferensi Rio tahun 1994 disepakati bahwa sustainable development adalah ".... development that meets the needs of the present without compromissing the ability of future generations to meet their own needs”. Adalah upaya terencana untuk menjamin kesejahteraan umat manusia secara adil dan merata antara generasi sekarang dan yang akan datang. Konsep ini pertama datang dari World Commission on Environment and Development (WCED). dalam batasan ini lingkungan menjadi perhatian pokok sebagai sumber daya penopang kehidupan.

Definisi tersebut atraktif dan simple, namun sulit dalam pertanyaan operasionalnya. .... dan selanjutnya

Pembangunan Kultural

Pembangunan kultural, sering disebut dengan community cultural development (CCD) atau diindonesiakan menjadi pembangunan komunitas berbasis kultural. CCD lebih dari sekedar community development ditambah seni (art). Ini sesuatu yang unik, dimana bekerja secara kreatif dengan komunitas dalam alam mereka (own ground), dalam permsalahan mereka (issues), melalui cultural practice.

Pergeseran dari community art ke cultural development merupakan sebuah reposisi teoritis dan politis secara intensif. Praktek CCD ditandai dengan keterlibatan komunitas di berbagai level, dalam manajemen proyek, dalam pengembangan ide-ide kreatif, dan dalam penciptakan kerja seni. Ini adalah sebuah proses kolaboratif, dimana komunitas dan pekerja seni berkontriobusi secara setara. Kadangkala ini berkenaan dengan pemecahan maslaah secara kreatif, tentang celebrating creatively, tentang penggunaan seni untuk membuta kita terlihat berbeda.

Tak ada panduan model dalam kegiatan ini, namun proses yang dipakai merefleksikan apa yang sesungguhnya ingin dicapai. Proses CCD mungkin akan mencakup: (1) penamaan dan pengidentifikasikan (of issues, values, visions, criteria for success, links, opportunities), (2) perencanaan dan penelitian (of solutions, directions, approaches), (3) pengembangan keterampilan (for art production, working collaboratively, managing projects), (4) monitoring dan evaluasi (of progress, group processes, outcomes), (5) Resource development (of funding, partnerships, networks, information, expertise), dan (6) Audience development (for advocacy, promotion, awareness-raising). ..... dan seterusnya

Pembangunan Pedesaan

Pembangunan di wilayah pedesaan dipandang perlu dibicarakan secara terpisah, dengan dasar berpikirnya bahwa 80 persen penduduk bumi hidup di wilayah desa. Selain itu, permasalahan yang pokok adalah sangat beragamnya karakteristik sosial ekonomi penduduk dan sumberdaya alam yang medukungnya. Sebagian kalangan melihat bahwa apa yang dilakukan dalam pembangunan pedesaan sama luasnya apa yang dimaksud dalam kosep Community Development. Pembangunan pedesaan akan sampai kepada seluruh masalah yang berada di desa, mulai dari masalah kemiskinan, pengembangan pertanian dengan memproduksi berbagai komoditas, pembangunan subsektor, kehutanan, gender, keagrariaan, dan sumberdaya air (water resources).

Menurut UU No. 32 Tahun 2004, “desa” adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas-batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Desa dalam segala makna dan implikasi dari pemaknaan tersebut, selalu bertolak dari “perspektif orang kota”. Orang kota yang mendfeinisikan desa, orang kota lah yang memikrikan desa, dan orang kota yang merumuskan apa-apa untuk desa. Istilah “rural” dan “rurality” misalnya, adalah pendeklaan geografis yang mendefinsikan lokasi .... dan seterusnya

Pembangunan Pertanian

Pertanian adalah suatu kegiatan produksi biologis untuk menghasilkan berbagai kebutuhan pokok sandang, pangan, papan dan lingkungan sehat untuk dikonsumsi langsung maupun jadi bahan antara untuk diproses lebih lanjut. Pada perkembangan berikutnya, teknologi menjadi sumber pertumbuhan.
Menurut Mubyarto (1983: Politik Pembangunan Pedesaan. Hal 58-59), ada dua model pendekatan politik pertanian, yaitu: (1)model yang bersifat analisis teknis-ekonomi, berupa hasil, biaya pembangunan, investasi dan lain-lain; dan (2)Model yang bersifat kelembagaan. Kelembagaan menjadi perhatian dalam alokasi sumberdaya, dan menjadi orientasi kegiatan pembangunan atau investasi. Kelembagaan menjadi variabel penentu kegiatan.

Secara umum, kesalahan di Indonesia adalah karena pembangunan sektor pertanian “disamakan” dengan sektor-sektor lain ......... dan seterusnya

Pembangunan Sosial

Konsep ini muncul karena kelemahan paradigma pertumbuhan (growth) yang memiliki economic bias. Akibat kecewa terhadap konsep pertumbuhan ekonomi. Paradigma pembangunan sosial adalah “kebutuhan dasar”. Ia bukan by product dari pembangunan ekonomi, namun perlu ditangani khusus. Artinya, pertumbuhan ekonomi penting, namun tidak sufficient untuk pembangunan sosial. Peramsalahannya adalah bagaimana kebijakan-kebijakan ekonomi dapat menerjemahkan keuntungan pertumbuhan bagi banyak orang. Maka, perlu lihat masalah kualitas dan proses distribusi dari pertumbuhan ekonomi tersebut. Perlu keseimbangan pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan sosial, khususnya pada investasi pada manusia, dan tekanan kepada kualitas hidup manusia.

Yang dimaksud dengan pembangunan sosial disini bukanlah daftar tanggung jawab dan aktifitas yang disandang oleh Departemen Sosial di Indonesia. Artinya, manusia adalah kepentingan yang utama; meliputi bangunan untuk menjamin, adil, bebas, dan masyarakat yang harmonis; menawarkan peluang dan kehidupan yang standard unutk semua; dan fokus kepada hak-hak untuk warganegara untuk diperhatikan (be nourished) perumahan, aman, dan bekerja.

Menurut Moeljarto (1997), ada 3 kategori makna pembangunan sosial, yaitu: (1) Pembangunan sosial sebagai pengadaan pelayanan masyarakat. Pandangan in melahirkan program yang berbasiskan charity strategy. (2) Sebagai upaya terencana untuk mencapai tujuan sosial yang kompleks dan bervariasi. Tak hanya tentang pelayanan, namun ada pelibatan pribadi dan pembebasan dirinya sendiri. (3) Sebagai upaya terencana untuk meningkatkan kemampuan manusia untuk berbuat menghilangkan ketergantungannya. In merupakan konsep ideal.

Jelaslah, bahwa partisipasi merupakan bagian integral dari pembangunan sosial.
Menurut Moeljarto (1997), suatu program kesejahteraan atau bantuan bagi orang miskin melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, tidak hanya sekedar kesempatan untuk memperoleh penghasilan, namun juga perlu akses terhadap pelayanan publik (pendidikan, kesehatan, perumahan, transportasi dan air bersih).

Pada 1970-an, dikembangkan model pembangunan ekonomi yang memadukan dengan pengurangan kemiskinan. Misalnya model redistribusi dengan pertumbuhan yang dikembangkan oleh Bank Dunia, dan Model Bacchue dari ILO mengenai strategi kebutuhan dasar. Ini menggunakan dasar “pendekatan kebutuhan pokok” (The Basic need Approach), sebagai alternatif Teori Pembangunan. In merupakan teori pembangunan yang baru untuk mengatasi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Proposisinya adalah bahwa kebutuhan pokok tidak mungkin dapat dipenuhi jika mereka masih berada di bawah garis kemiskinan, serta tidak memiliki pekerjaan untuk mendapatkan pendapatan yang lebih baik. Dengan demikian, tiga sasaran utamanya adalah membuka lapangan kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

Gagasan tentang kebutuhan dasar manusia pertama diajukan di Forum Konferensi Kesempatan Kerja Dunia (World Employment Conference) oleh ILO tahun 1976 di Jenewa.
Konsep pembangunan sosial menjadi penting semenjak World Summit for Social Development pada 6-12 Maret 1995 yang menghasilkan The Copenhagen Declaration and Programme of Action. Menghasilkan people centered development, yaitu manusia sebagai pusat pembangunan. Bentuk-bentuk kegiatannnya akan menuju kepada isu-isu penegakan keadilan (egnity), lingkungan yang sustainable, kemiskinan, lapangan kerja, pengangguran, dan integrasi sosial. Lalu, konferensi tahun 1995 menyepakati antara negara industri dan berkembang untuk mengalokasikan 20 persen anggaran nasional dan 20 persen dari bantuan luar negeri, yang dikenal dengan Official Development Assitance (ODA), untuk kebutuhan dasar manusia.

Untuk menolak konsep GNP diajukan konsep Human Development Index (HDI). Untuk mengukur kemampuan dasar yang harus dimiliki tiap-tiap individu unatuk dapat berpartisipasi di masyarakat. Yaiu kemampuan untuk dapat mencapai hidup yang panjang dan sehat, kemampuan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, dan kemampuan untuk dapat akses kepada sumber-sumber yang diperlukan dalam rangka hidup yang layak.

Dalam HDI ada tiga komponen pokok, yaitu angka harapan hidup saat lahir (life expectancy of birth), educational attainment yang terbagi menjadi adult literacy dan primary and secondary enrollment ratio, serta pendapatan (income). Nilai maksimumnya adalah 1. HDI dimuat dalam laporan Human Development Report yang diterbitkan UNDP semenjak tahun 1990 tiap tahun. Isu yang dikedepankan selalu berubah-rubah dalam tiap laporan tersebut, misalnya tentang Gender-related Development Index (GDI), Gender Empowerment Measure (GEM), dan Human Freedom Index (HFI).

Karakteritik social welfare pada hakekatnya adalah:
1. bantuan akan disediakan hanya jika
2. dipandang sebagai sebuah sfatey net
3. hanya sementara, dan dipandang sebagai negatif
4. stigma attached. It is curative.
5. melihat kemiskinan sebagai tidak kompeten, warga negara kelas dua, dan menyediakan jasa kelas dua pula.

Social welfare merupakan konsep moral yang merefleksikan value preferences,
sebagai kebijakan sosial, sebagai program dan jasa, sebagai transfer pendapatan, dan sebagai sebuah studi yeng fungsinya untuk menjadikan kekuatan pasar (market forces) diketemukan dengan kebutuhan manusia. Terjadinya perubahan arus konsep dari social welfare ke social development.

Prinsip Residual vs institutional. Model Residual memperbaiki masalah kelas yang tak beruntung (unfortunate classes) melalui kebajikan kelas mennenagh dan tas. Inst memandang SW sebagai garis terdepan untuk masyarakat modern, yang bersama lembaga lain akan mencapai masyarakat yang lebih baik. Konsep ini adalah refleksi dari suatu kultur yang luas, dan kondisi dan nilai sosial. AS mengkombinasikan kedua konsep tsb. Perubahan dalm konsep social welfare bergerak dari pendekatan residual ke institusional.

Dalam pendekatan institutional atau developemntal, SW dipandang sebagai cara untuk menghadapi masyarakat industri modern. Dipandang sebagai sesuatu yang normal dan diterima sebagai jalan untuk memenuhi kebutuhan sosial. Tak ada stigma attached, dan ia untuk pencegahan. Dipertimbangkan sebagai memenuhi kebutuhan jasa sosial yang beragam, dan untuk menjaga standar hidup yang baik. Masalah sosial berakar dari struktur sosial, dan karena itu perlu dilakukan perubahan sosial.

Dalam Laporan Pembangunan Manusia Indonesia (The National Human Development Report = NHDR) tahun 2004, 20 juli 2004, berjudul “Towards a New Consensus: Democracy and Human Development in Indonesia”. Kerjasama BPS, Bappenas, dan UNDP. Disini putting people first ditekankan. Human Development Report (HDR) diterbitkan UNDP semenjak tahun 1990meliputi 3 hal, yaitu akses terhadap pendidikan dasar, pelayanan kesehatan dasar dan sanitasi, serta usia harapan hidup. Indikator sosial terdiri atas 3 aspek, yaitu usia harapan hidup, angka kematian balita per 1000 kelahiran hidup, dan angka melek huruf. Hak dasar rakyat mencakup keamanan pangan, kesehatan dasar, pendidikan dasar, dan rasa aman.

Dekat dengan konsep pembangunan sosial, Jaminan Sosial adalah Struktur dan proses tempat barang-barang dan jasa dibagikan dengan tujuan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Inilah yangsdisebut mekanisme jaminan sosial (socio-security). Merupakan potensi dalam rangka pendistribusian sumber-sumber untuk mengurangi kondisi ketidaksamaan (inequality), dan mengatasi massalah-masalah kemiskinan dan pembangunan di negara-negara sedang berkembang. Social security adalah “a government program that provides economic assistance to persons faced with unemployment, disability, or agedness, financed by assessment of employers and employees.
Social security merefer kepada social welfare berkenaan dengan perlindungan sosial (social protection), asuransi (social insurance), income maintenance berupa distribution of cash in the event of interruption of employment, including retirement, disability and unemployment, dan bantuan dalam bidang kesehatan serta hubungan dalam kerja industri. Pada pokoknya, social security berkenaan dengan kebutuhan dasar (basic security), berupa jaminan pangan, pendidikan, dan kesehatan.

Social security dicantumlah dalam Universal Declaration of Human Rights tahun 1948.
Konsep JS lahir bersamaan proses industrialisasi, akhir abad ke 19 di negara Barat, lalu ramai setelah Perang Dunia kedua di negara-negara berkembang. Bentuk yang umum adalah kompensasi untuk pekerja, pensiun, dan asuransi. di Amerika Latin, jaminan sosial untuk para pekerja di industri-industri vital telah diberlakukan pada 1920-an dan 1930-an (dalam Nurjaya, 1993: 659-62).

Belum ada kesepakatan tentang definisi jaminan sosial, karena tiap negara berbeda dalam hal sejarah perkembangan, prosedur administrasi, perundangan-undangan, serta institusi yang mengaturnya. Secara universal, hal in dijamin dalam Pasal 22 dan 25 Deklarasi HAM PBB tahun 1948. Dalam Intenational Labour Organization (ILO) dalam Dokumen 1942 tertulis: “ jaminan bahwa masyarakat diberikan perlindungan, melalui organisasi pemerintah dari resiko-resiko tertentu”. Standar minimum jaminan sosial ILO Konvensi nomor 102 tahun 1952 merinci definisi formal JS atas 9 bidang, yaitu: jaminan pelayanan kesehatan, orang-orang sakit, orang yang tidak bekerja, orang-orang jompo, kecelakaan kerja, keluarga, ibu-ibu melahirkan, penyandang cacad, serta janda dan anak yatim piatu. Dalma konteks in tidak dicakup JS dari luar pemerintah, semisal dari keluarga, tetangga, dan institusi-institusi lain.
Dalma ilmu “Kesejahteraan Sosial”, salahs atu metode intervensi utamanya adalah metode “Intervensi Komunitas” yang di Indonesia menjadi “Pengorganisasian dan Pengmebnagan Masyarakat “ (Adi, 2003: ix)

Secara naluriah, masyarakat telah mengembangkan sendiri, karena punya tanggung jawab sendiri terhadap JS. Di Jawa misalnya ada sambat- sinambat, di Sulsel dikenal assitulung-tulungeng, di Sulut mapalus, Masohi di Ambon, serta metetulungan dalam sekka suka duka yang berbasis di komunitas Banjar untuk di Bali. Di Indonesia, JS baru berupa pensiun dan asuransi untuk PNS dan tentara, serta pekerja swasta. Landasan hukum untuk Indonesia adalah UU no 6 tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kesejahteraan Sosial. Dalam Pasal 2 ayat 1 disebutkan: “Kesejahteraan Sosial ialah suatu tata kehidupan dan penghidupan sosial materiil maupun sprituil yang diliputi oleh rasa keselamatan, kesusilaan, dan ketentraman lahir bathin, yang memungkinkan bagi setiap warga negara untuk mengadakan usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan jasmaniah, rohaniah dan sosial yang sebaik-baiknya bagi diri, kelaurga, serta masyarakat yang menjunjung tinggi hak-hak asasi serta kewajiban manusia sesuai dengan Pancasila” (Adi, 2003).

Keterjaminan sosial, merupaka konsep yang selalu didapatkan pada seluruh kelompok masyarakat. Secara tradisional, hal ini ditanggung dalam sistem kekerabatan, yaitu bagaimana aset-aset sumber daya milik keluarga didistribusikan penggunaan dan manfaatnya di antara kerabat. Pada waktu, Jawa berbentuk desa komunal, hal ini ditanggung oleh para tetua desa. Dimana semua warga dijamin kecukupan hidupnya . Dengan prinsip ini, ketika di zaman Tanam Paksa (1830-…..), ketika lahan semakin sempit, maka setiap orang tetap memperoleh pekerjaan pada lahan yang tersedia. Hal ini melahirkan apa yang disebut Clifford Geertz dengan kemiskinan berbagi (shared poverty) atau lebih dikenal dengan tesisnya tentang “involusi pertanian” . Dengan invansi nilai-nilai individualisme bersamaa denga polarisasi sosial, mka ikatan ini melamah, sehingga warga desa kehilangan sandaran, dan terpaksa melarikan diri ke kota.

Pemerintah secara normatif ditekan untuk melaksanakan suatu sistem jaminan sosial nasional. Pasal 22 dan 25 Deklarasi Hak Asasi Manusia PBB tahun 1948, yaitu “negara menjamin tingkat kesejahteraan sosial minimal warganya’. Pemerintah memfasilitasi, mendorong, mengatur, dan mengawasi.

Lalu dalam pasal 34 ayat 1 UUD 1945: “fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara”. Penggunaan kata “dipelihara” menunjukkan bahwa itu merupakan suatu kewajiabn sosial pemerintah dan beban sosial masyarakat. Juga dalam UU No. 5 tahun 2000, tentang Program Pembangunan Nasional, dimana salah satu strategi penangulangan kemiskinan adalah perlindungan sosial (social protection) untuk mereka yang memiliki cacat fisik, fakir miskin, kelompok masyarakat yang terisolir, serta terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan korban konflik sosial. Dalam buku panduan Komite Penanggulangan Kemiskinan (KPK), mereka adalah para buruh tani, masyarakat suku terasing, masyarakat terpencil karena hambatan geografis, serta yang memiliki hambatan fisik yaitu para penyandang cacat.

Salah satu bentuk keterjaminan sosial adalah “asuransi sosial” untuk seluruh warga, namun untuk kelompok miskin, pemerintah yang membayarkan iuran preminya. Prinsip jaminan sosial adalah: (1) perlu didukung oleh solisaritas sosial, berupa lembaga gotong-royong misalnya, (2) mencakup seluruh anggota masyarakat, (3) bersifat nirlaba, (4) investasi dana harus dilakukan secara aman, (5) prinsip bilangan besar (the law of the large number), serta (6) dilengkapi dengan bantuna-bantuan sosial.
Kaum libaral-kapitalis secara cerdik mengadopsi konsep kesejahteraan sosial yang berasal dari ideologi sosialisme-komunisme menjadi social welfare state.

Jaminan sosial merupakan instrumen untuk pemerataan pendapatan dan untuk memobilisasi dana masyaraat. Prinisp-prinsipnya dalah: perlu solidaritas sosial dari seluruh lapisan, kepesertaanya meliputi seluruh masyarakat, bersifat nirlaba dalam konteks good governance, investasi dana mengacu prinsip-prinsip yang aman, melalui mekanisme asuransi sosial dan prinsip hukum bilangan banyak (the law of large numbers), dan bedakan dengan bantuan sosial yang bisa dengan program-program anti kemiskinan.

Jaminan Sosial Nasional adalah program Pemerintah dan Masyarakat yang bertujuan memberi kepastian jumlah perlindungan kesejahteraan sosial agar setiap penduduk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya menuju terwujudnya kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia . Perlindungan ini diperlukan utamanya bila terjadi hilangnya atau berkurangnya pendapatan. Jaminan sosial merupakan hak asasi setiap warga negara sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat 2. Secara universal jaminan sosial dijamin oleh Pasal 22 dan 25 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia oleh PBB (1948), dimana Indonesia ikut menandatanganinya. Kesadaran tentang pentingnya jaminan perlindungan sosial terus berkembang, seperti terbaca pada Perubahan UUD 45 tahun 2002, Pasal 34 ayat 2, yaitu “Negara mengembangkan Sistem Jaminan Sosial bagi seluruh rakyat….”.

Beberapa negara yang menganut welfare state yang selama ini memberikan jaminan sosial dalam bentuk bantuan sosial mulai menerapkan asuransi sosial. Utamanya karena jaminan melalui bantuan sosial membutuhkan dana yang besar dan tidak mendorong masyarakat merencanakan kesejahteraan bagi dirinya. Disamping itu, dana yang terhimpun dalam asuransi sosial dapat merupakan tabungan nasional. Secara keseluruhan adanya jaminan sosial nasional dapat menunjang pembangunan nasional yang berkelanjutan. Pengaturan dalam jaminan sosial ditinjau dari jenisnya terdiri dari jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, jaminan pemutusan hubungan kerja, jaminan hari tua, pensiun, dan santunan kematian.

Program-program pokok SJSN yang akan dikembangkan disesuaikan dengan konvensi ILO No. 102 tahun 1952 yang juga diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia, yaitu Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK), Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Program Jaminan Pemutusan Hubungan Kerja (JPHK), Program Jaminan Hari Tua (JHT), Program Pensiun, dan Program Santunan Kematian.

Terkait dengan ini adalah konsep “perlindungan sosial” . Akses terhadap perlindungan sosial yang memadai merupakan hak dasar semua individu. Ketidakpastian seperti itu menimbulkan rasa takut, kemiskinan dan perilaku sosial yang tidak bertanggungjawab, serta menghambat masyarakat mengembangkan potensi mereka sebagai pekerja dan anggota masyarakat. Jaminan sosial bisa memadukan prinsip-prinsip dalam sistem asuransi sosial dan bantuan sosial.

Dari berbagai model yang telah dikembangkan di berbagai negara, Model Bismarck kiranya bisa dijadikan acuan untuk mengembangkan Jaminan Sosial. Selain model ini telah diadopsi dan dikembangkan di berbagai negara (antara lain Eropa, AS, Jepang, Korea, Taiwan), model ini terbukti mampu mencapai cakupan 100 persen penduduk di banyak negara (Sulastomo, 2001). Ada beberapa prinsip Model Bismarck yang bisa diterap-kembangkan di Indonesia:

Pertama, kepesertaan bersifat wajib terutama terhadap penduduk yang memiliki penghasilan tetap (sektor formal) yang kemudian secara bertahap dikembangkan ke kelompok-kelompok lain (sektor informal) (lihat Suharto, 2002b). Bagi kelompok masyarakat miskin, Jaminan sosial lebih mendekati prinsip bantuan sosial (social assistance) ketimbang asuransi sosial (social insurance). Pemerintah dan DPR perlu merumuskan UU yang khusus mengatur kepesertaan jaminan sosial sehingga memiliki kekuatan hukum.

Kedua, pendanaan ditanggung bersama oleh pekerja, majikan dan pemerintah yang disesuaikan dengan tingkat pendapatan secara proporsional. Keikutsertaan pemerintah di sini dianggap penting terutama untuk menunjang perusahaan-perusahaan skala kecil, para pekerja di sektor informal atau keluarga miskin.

Ketiga, jenis santunan atau benefits dapat berupa in-cash dan in-kind sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik kelompok sasaran. Misalnya, jaminan sosial untuk keluarga miskin diberikan dalam bentuk in-kind (pelayanan kesehatan, pendidikan); sedangkan untuk kelompok usaha kecil, termasuk sektor informal, diberikan dalam bentuk in-cash.

Keempat, meskipun penyelenggaraannya menganut prinsip-prinsip asuransi sosial, jaminan sosial sebaiknya tetap mengedepankan prinsip distribusi pendapatan (vertikal dan horisontal) dan solidaritas sosial antar kelompok dan antar generasi (sektor formal-informal, kaya-miskin, sehat-sakit, tua-muda, dewasa-anak). Dalam hal ini, badan penyelenggara jaminan sosial harus berorientasi untuk tidak mencari keuntungan. Dengan demikian jaminan sosial seharunya tidak dikelola oleh Perseroan Terbatas yang berorientasi mencari keuntungan. Melainkan oleh Badan Wali Amanah yang bertanggungjawab langsung kepada presiden dan melibatkan beragam pemangku kepentingan (stakeholders). Tokoh-tokoh terpecaya dari lembaga pemerintah pusat (Depsos) dan pemerintah lokal (Dinas Sosial), misalnya, dapat bekerjasama dengan Ornop (organisasi non-pemerintah/LSM) dan organisasi-organisasi serikat pekerja untuk terlibat dalam Badan Wali Amanah. Pemberdayaan, pelatihan dan pengintegrasian di antara lembaga-lembaga ini perlu dilakukan sebelumnya untuk mencari platform dan strategi-strategi yang paling tepat.

Negara kesejahteraan (welfare state) adalah “a social system whereby the state assumes primary responsibility for the welfare of its citizens, as in matters of health care, education, employment, and social security”. Konsep ini mulai diterapkan pada periode 1945 sampai ke to the 1970-an.

*****

Pemberdayaan

Kata “empowerment” tampaknya telah sepakat untuk diindonesiakan menjadi “pemberdayaan”. Penulis belum pernah menemukan ada penulis yang menggunakan kata selain itu. Empowerment berasal dari kata dasar “empower” yang berarti: “to invest with power, especially legal power or officially authority”, atau “to equip or supply with an ability”. Jadi empower adalah menguasakan, memberi kuasa, atau memberi wewenang sehingga menjadi kuasa.

Dari konsep aslinya, “empower” adalah proses dimana orang memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan keinginan (willingness) untuk mengkritik dan menganalisa situasi mereka dan mengambil tindakan yang tepat untuk merubah kondisi tersebut. Atau dalam kalimat lain, empower adalah: “... taking control over their lives, setting their own agendas, gaining skill, building self-confidence, solving problems and developing self-reliance”. Proses dimana orang-orang didorong dan dibesarkan hati (encouraged) untuk memperoleh penuh keterampilannya, kemampuan, dan kreatifitas. Secara sederhana adalah: “leading people to learn to lead themselves”.
“.... process of enabling or authorizing an individual to think, behave, take action, and control work and decision making in autonomous ways”. Pada batasan ini, fokusnya adalah individu.

Beberapa kunci pokok dalam pemberdayaan adalah ........ dan seterusnya

Penyuluhan Pertanian

Penyuluhan pertanian (agricultural extension) diartikan sebagai suatu sistem pendidikan luar sekolah untuk para petani dan keluarganya dengan tujuan agar mereka mampu, sanggup dan berswadaya memperbaiki kesejahteraan hidupnya sendiri serta masyarakatnya. Tujuan penyuluhan pertanian adalah mengembangkan petani dan keluarganya secara bertahap agar memiliki kemampuan intelektual yang semakin meningkat, perbendaharaan informasi yang memadai dan mampu memecahkan serta memutuskan sesuatu yang terbaik untuk dirinya dan keluarganya. Azas pokoknya adalah “menolong petani agar ia mampu menolong dirinya sendiri” .

Istilah pendidikan, dikritik dalam prakteknya hanya berupa ‘penerangan” yang bentuknya searah. Ada tiga hal yang diubah dalam penyuluhan yaitu pengetahuan (aspek kognitif), sikap (aspek afektif) dan ketarampilan (aspek psikomotorik). Perubahan perilaku adalah tujuan akhirnya, yaitu bertambahnya perbendaharaan informasi, tumbuhnya keterampilan, serta timbulnya sikap mental dan motivasi yang lebih kuat sesuai dengan yang dikehendaki .

Sebagai sebuah ilmu, penyuluhan pertanian meminjam konsep-konsep ilmu pendidikan, psikologi, psikologi sosial, antropologi, sosiologi, manajemen, ekonomi, kesehatan, serta tentu saja ilmu pertanian.

Penyuluhan pertanian adalah “… the application of scientific research ..... dan seterusnya.

Petani

Meskipun sudah menjadi kata yang sangat umum, namun tak jarang apa yang dimaksud dengan “petani” pun dapat menjadi suatu penyebab terjadinya perdebaan yang tak berujung. Ada dua kata dalam bahasa Inggris yang memiliki konotasi dan atribut yang sangat berbeda, yaitu “peasant” dan “farmer”. Secara mudahnya, “peasant” adalah gambaran petani subsisten, sedangkan “farmer” adalah petani modern yang berusahatani dengan menerapkan teknologi modern serta memiliki jiwa bisnis yang sesuai dengan tuntutan agribisnis. Jadi, upaya merubah petani dari karakter peasant menjadi farmer, itulah hakekat dari pembangunan atau modernisasi.
A farmer is a person who is engaged in agrarian business by using land. Husbandman untuk pemelihara tenak.

Namun, permasalahannya tidaklah sesederhana itu. Dalam bidang ilmu pengetahuan, ada perdebatan yang cukup dalam tentang bagaimana sesungguhnya antara peasant dan farmer. Telah dilakukan usaha yang cukup berat untuk membangun pengetahuan, apa yang dimaksud dengan peasant tersebut. Menurut Wolf, seorang antroplog, peasant adalah suatu kelompok masyarakat dengan kegiatan utama bertani, sebagai bentuk transisi antara masyarakat primitif (tribe) dan masyarakat modern. Ia menggunakan pendekatan evolutif dalam pengkategorian ini. ..... dan seterusnya.

Sistem

Kata “sistem” banyak sekali digunakan dalam percakapan sehari-hari maupun diskusi dan dokumen ilmiah. Kata ini digunakan untuk banyak hal. Namun demikian, adakalanya penggunaannya tidak terlalu tepat. Namun, jika ditelusuri, memang sistem memiliki objek yang beragam, mulai dari hal fisik misalnya untuk organisme dan barang elektronik, pada dunia sosial misalnya untuk menyebut sebuah organisasi, sampai ke dunia ide misalnya sistem nilai. Konsep “pemikiran sistem” lahir dari dunia ilmu alam yang digeluti Herbert Spencer dan penerusnya, serta bidang biologi oleh HJ Henderson dan pengikutnya. Konsep sistem telah digunakan dalam ilmu ekonomi, antroplogi, psikologi, ilmu politik, sosiologi, dan terutama dalam teori organisasi.

Dalam pengertian umum, sistem adalah “A group of interacting, interrelated, or interdependent elements forming a complex whole” . Sistem terdapat dalam tubuh manusia, sebagai unit fungsi fisiologis, suatu organisme dalam hal fungsi dan proses vital di dalamnya, sekumpulan komponen mekanik dan elektrik dalam satu benda elektronik, suatu jaringan struktur dan saluran sehingga memungkinkan untuk berkomunkasi, atau suatu jaringan komputer yang saling terhubung dalam satu kantor misalnya. Sistem juga dapat bemakna sebagai suatu organisasi dari sejumlah ide dan prinsip yang saling berhubungan, suatu bentuk organisasi sosial-ekonomi-politik, sejumlah objek dan fenomena yang terkelompok bersama.

Sistem adalah suatu organisasi dari sejumlah element dan bagian yang bekerja sebagai seuah unit. Dalam kaitan ini kata yang dekat adalah entity, integral, sum, totality, whole. Dalam makna sebagai sejumlah bagian yang berkomposisi saling terkoneksi, disebut sebagai kompleks (complex). Dalam makna sebagai susunan dan desain yang sistematis: method, order, orderliness, organization, pattern, plan, systematization, systemization. Sebagai pendekatan yang digunakan untuk sesuatu, tergambar dalam kata-kata: fashion, manner, method, mode, modus operandi, style, way.

Sebuah sistem, adalah sebuah komposisi dari sejumlah element yang saling berinteraski sehingga membentuk sebuah kesatuan yang padu (a unified whole). Kata ini berasal dari bahsa Latin and Yunani yang bermakna sebagai “combine, to set up, to place together”. Jadi, sebha sistem berisi komponen atau elemen, yang saling terkoneksi secara bersama-sama dalam tujuan untuk memfasilitasi aliran informasi, materi, maupun energi. Setiap objek mestilah merupakan sebuha sistem.

Ada berbagai tipe sistem, yaitu sistem terbuka (open system, dimana pihak luar dapat mempengaruhi, atau sebaliknya sebagai sebuah sistem tertutup (closed system). Sebuah sistem dinamis apabila komponen ataupun interaksi di dalamnya berubah dalam dimensi waktu. Juga dibedakan antara “sistem fisik” (physical systems) yang komponennya adalah meteri dan energi, dan “sistem non-fisik” (conceptual systems) yang merupakan dunia ide.

Dalam ilmu komputer dan dunia informasi, “metode” adalah nama lain untuk menyebut “sistem”. Dalam pembangunan, sebuah organisasi adalah sistem manusia yang tergolong kepada conceptual systems, dimana komponennya adalah subsistem, proses, dan struktur. Beripikir secara sistem (Systems thinking) merupakan aspek kepemimpinan yang penting. Salah satu jargon yang populer bagi individu di dalamnya dadalah: “Thinks globally, acting locally”.

Teori sistem (The systems theory) adalah sebuah pendekatan interdisiplin yang mempelajari sistem.Teori sistem dikembangkan oleh Ludwig von Bertalanffy, William Ross Ashby dan lainnya pada dekade 1940-an sampai 1970-an, yang menggunakan prinsip-prinsip ilmu fisika, biologi, dan teknik. Lalu kemudian termasuk ilmu filsafat, sosiologi, teori organisasi, manajemen, psikoterapi, dan ekonomi. Teori sistem fokus kepada kopleksitas (complexity) dan kesalinghubungan (interdependence). Teori sistem di dalam sosiologi didalami oleh Niklas Luhmann . Dinamika sistem (system dynamics) sebagai bagian dari teori sistem mempelajari dinamika perilaku dari sistem. Dari ini kemudian melahirkan Teori Chaos (CCchaos Theory) dan Dinamika Sosial (Ssocial dynamics).

Berpikir sistem (systems thinking) telah berkembang jauh, yang menyediakan teknik untuk mempelajari sistem secara holistik, sebagai upaya melengkapi metode reduksionins (reductionistic methods) yang telah berkembang sebelumnya. Kerangka sistem adalah dasar penting untuk mempelajari organisasi.

Berpikir secara sistem mempertimbangkan berbagai teknik untuk memepalajari sistem dalam berbagai bentuk. Ia lebih banyak menggunakan pola pikir holistik dibandingkan teknik reduksionis. Dalam ini, dipalajari kaitan-kaitan (linkages), interaksi dan proses antara elemen-elemen yang membangun sistem secara keseluruhan. Seorang pemikir sistem, mempertimbangkan bahwa sebuah sistem adalah dinamis dan kompleks, sebagai hasil interaksi dari unit yang terstruktur dan seimbang. Informasi mengalir dari elemen-elemen yang berbeda dalam sistem. Ingat juga lingkungan, karena sebuah sistem berada dalam lingkungannya sendiri, dan informasi maupun materi masuk dan keluar ke lingkungan tersebut. Menentukan batas-batas sistem, adalah dengan mengukur frekwensi relatif interaksi. Yaiu perbandingan interaksi internal tiap anggota lebih tinggi dari dengan luar (antar sistem).

Prinsip dasar teori sistem sederhana: bahwa masyarakat merupakan suatu keseluruhan yang saling tergantung , seperti sebuah mobil kata ahli fisika, atau seperti sebuah organisme dalam bidang biologi. Kelangsungan sistem ditentukan oleh pertukaran masukan dan keluaran dengan lingkungannya. Setiap sistem terbagi dalam sejumlah variabel subsistem, dimana tiap subsistem juga terdiri dari tatanan sub-subsistem yang lebih kecil.

Teori sistem telah berumur seratus tahun lebih. Pada teori sosiologi dan politik, yang menonjol adalah David easton Dan talcott parsons. Parsons melahirkan “Teori Sistem” yang berkaitan kemudian dengan perspektif “struktural fungsional”. Sejumlah kebutuhan harus dipenuhi kalau suatu masyarakat ingin hidup. Kebutuhan tersebut adalah untuk penyesuaian, pencapaian tujuan, integrasi, dan pemeliharaan pola-pola. Maka itu, perlu empat subsistem yaitu ekonomi, politik, kebudayaan, dan sosialisasi (melalui keluarga dan sistem pendidikan).
Secara definitif sistem adalah suatu gugus dari elemen yang saling berhubungan dan terorganisasi untuk mencapai suatu tujuan atau suatu gugus dari tujuan-tujuan . Dari banyak pengertian tentang sistem yang berkembang, satu hal yang pasti adalah tentang keutuhan (wholeness).

Masyarakat berkembang bila terjadi pertukaran yang kompleks di antara subsistem-subsistem. Subsistem politik menghasilkan sumber-sumber, kekuasaan otoritas, yang kemudian melahirkan ekonomi berdasarkan uang. Dengan otoritas yang diperoleh dari negara, ekonomi menciptakan modal, yang pada gilirannya menjalankan politik.

Sistem secara luas digunakan dalam ilmu manajemen. Analisa sistem pada konteks manajemen, didasarkan atas penentuan informasi yang terperinci yang dihasilkan setahap demi setahap dari proses. Sehingga keluar pengetahuan tentang bagaimana sistem bekerja agar memenuhi kebutuhan yang telah ditentukan dimana jumlah output yang spesifik ditentukan, serta kriteria jalannya sistem agar mencapai suatu optimasi.

Dalam identifikasi sistem menghasilkan spesifikasi yang terperinci tentang peubah yang menyangkut rancangan dan proses kontrol. Identifikasi sistem ditentukan dan ditandai dengan adanya dterminasi kriteria jalannya sistem yang akan membantu dalam evaluasi alternatif sistem. Kriteria tersebut meliputi pula penentuan output yang diharapkan, dan mungkin juga perhitungan rasio biaya dan manfaat .
Satu istilah yang sering digunakan kalangan awam - namun jarang di kalangan ilmiah – yang erat kaitannya dengan sistem adalah “model”. Model adalah rancangan struktur dalam bentuk kecil (small scale representation of something) yang dapat diperbanyak dan dikembangkan, atau abstraksi atau penyederhanaan suatu sistem, atau tiruan yang sederhana dari suatu sistem yang nyata. Model seringkali digunakan untuk mempelajari sistem .

Teori sistem diintroduksikan tahun 1940-an oleh biolog Ludwig von Bertalanffy dengan tajuk “General Systems Theory”, 1968), dan dikembangkan kemudian oleh Ross Ashby yang mengembangkan konsep “Cybernetics”. Sebuah sistem adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di anatara mereka. (A "system" is a collection of things which have relationships among them).

Dalam konteks, pendekatan sistem, dikenal pula “Pendekatan Analitis”. Pendekatan analitis (The analytic approach) dan pendekatan sistem (the systemic approaches) lebih sebagai saling melengkapi (complementary) daripada berlawanan . Pendekatan analitis berupaya memecah suatu sistem ke dalam elemen-elemen dasar dalam upaya mempelajari secara detail dan memahami tipe dan interaksi yang ada di antara mereka. Dengan memodifikasi satu variabel, dicoba menduga sifat umum untuk memperkirakan apa yang akan terjadi pada seluruh sistem dalam satu kondisi yang berbeda.

Pendekatan Analitis (Analytic Approach)bersifat terisolasi karena berkosentrasi pada elemen, mempelajari sifat interaksi, menekankan pada detail, memodifikasi satu variabel pada satu titik waktu,remains independent of duration of time, dst.

Sedangkan Pendekatan Sistem (Systemic Approach)bersifat menyeluruh (unifies) dan berkosentrasi kepada interkasi antara elemen, mempelajari dampak dari interaksi,
menekankan kepada persepsi global, memodifikasi sejumlah variabel secara simultan, dst.


Sebuah sistem terdiri atas empat hal , yaitu: (1)Objek, yang dapat berupa bagian, elemen, ataupun variabel. Ia dapat benda fisik, abstrak, ataupun keduanya sekaligus; tergantung kepada sifat sistem tersebut.(2)Berisi atribut, yang menentukan kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan objeknya.(3) Memiliki hubungan internal di antara objek-objek di dalamnya.(4)Sistem hidup dalam satu lingkungan.

Beberapa metode yang populer yang diturunkan dari Teori Sistem adalah “Network analysis” dan “ECCO analysis”. ECCO adalah singkatan dari “Episodic Communication Channels in Organization”, yang menganalisis dari sekumpulan data yang dikumpulkan. Metode ini didesain untuk menganalisa dan memetakan jaringan komunikasi, mengukur kecepatan alirannya, mempelajari distrosi pesan yang mngkin terjadi, dan kesia-siaan (redundancy).

*****

Social Capital

Penggunaan istilah “social capital” masih lebih populer dibandingkan padanannya dalam Bahasa Indonesia “modal sosial”. Dapat dikatakan konsep social capital merupakan sumbangan ahli sosial untuk melengkapi konsep “human capital” yang sudah sangat umum, terutama di kalangan ilmu ekonomi dan pembangunan.

Menurut saya, SC merupakan kritik terhadap pendekatan individual otonom yang merupakan karakter utama ilmu ekonomi terhadap masyarakat, dan manusia dipandang sebatas sebagai capital belaka. Sebelum munculnya social capital, telah dikenal berbagai bentuk kapital yaitu natural capital, financial capital, physical capital, human capital, dan human made capital (atau producced assets).

Semenjak dahulu telah berkembang berbagai pengertian tentang SC. SC telah lahir semenjak artikel klasik James Coleman tahun 1987, dan lalu SC menjadi konsep yang terorganisir dalam perkembangan ilmu-ilmu sosial. Karena SC dikembangkan baik oleh kalangan ekonomi dan non-ekonomi, maka SC ada dalam pengertian ekonom dan non-ekonom.

World Bank memberi perhatian yang tinggi dengan mengkaji peranan dan implementasi SC khususnya untuk pengentasan kemiskinan di negara-negara berkembang. ..... dan seterusnya.

Social Forestry

Istilah “Social Forestry” diindonesiakan menjadi “perhutanan sosial” atau “kehutanan sosial”. Istilah ini pertama kali digunakan oleh Wastoby pada kongres kehutanan negara-negara persemakmuran di New Delhi, India tahun 1968 . Ia mendifinisikannya sebagai ilmu kehutanan yang bertujuan pada produk untuk pemenuhan produksi dan manfaat rekreasi bagi masyarakat.

Definisi ini masih terlalu umum dan kurang akurat untuk menjelaskan konsep social forestry tersebut. Definisi FAO juga dirasa terlalu umum, yang menyatakan bahwa social forestry adalah suatu keadaan dimana masyarakat lokal dilibatkan secara intensif dalam kegiatan pengelolaan hutan.

Hutan (forest) adalah pertumbuhan yang lebat dari pohon bersama-sama dengan tanaman lain, yang menutupi suatu areal tanah. Sementara, ilmu berkenaan dengan studi, pemeliharaan, dan manajemen hutan disebut dengan “forestry”. Hutan adalah sebuah ekosistem yang terdiri atas komponen tanaman dan hewan yang berinteraksi satu sama lain dengan lingkungan fisik. Manajemen hutan mencakup untuk kayu, air, kehidupan satwa liar, dan rekreasi. Karena kayu menjadi objek ekonomi yang paling penting, maka dalam bidang forestry sangat memperhatikan timber management, konservasi dan rehabilitasi, dan pemeliharaan, dan pengawasan kebakaran.

Khusus untuk konteks hubungan hutan dengan manusia dikembangkan dalam konsep “silviculture”. Di dalamnya tercakup bagaimana membudidayakan dan memelihara tanaman pohon. Kemudian, sebuah konsep yang cukup akurat dinyatakan oleh Tiwari (1983).... dan seterusnya.

Sumberdaya Manusia

Istilah “sumber daya manusia” (SDM) merupakan terjemahan langsung dari bahasa Inggris “human resource”. Dua konsep yang dekat dengan ini adalah “human capital” dan “human labour”. Ketiganya memiliki banyak kesamaan, dimana manusia lebih dipandang dari kaca mata ekonomi, dibandingkan banyak sisi lain dari manusia yang sesungguhnya dapat diperhatikan.

Secara umum, sumberdaya manusia (human resources) adalah “…. the people who are ready, willing and able to contribute to organizational goals” . Artinya, tidak semua manusia disebut sebagai sumberdaya manusia walau semuanya dapat berpotensi sebagai sumberdaya manusia. Hanya mereka yang yang siap, ingin, dan berkontribusi nyata yang disebut dengan sumberdaya manusia.

Human resources adalah “The persons employed in a business or organization” yang seringkali disebut dengan “personnel”. Bagian Human Resources yang ada dalam satu perusahaan bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan perusahaan, dengan melakukan rekruitmen, seleksi, pelatihan, dan program-program peningkatan kapasitas lainya. Manusia disini hanya dilihat dari sisi apa yang bisa dihasilkannya. Ibarat ayam, ia hanya dinilai dari berapa telor yang dihasilkannya tiap hari untuk perusahaan.

Ada dua makna untuk human resources, yaitu yang tradisional dan yang modern...........